Hati-hati Dzalim terhadap Allah SWT

Sering-seringlah Bermuhasabah

Dzalim kepada Allah? Kalimat ini yang membuat saya mengangkat wajah dan mengarahkan pandangan ke televisi. Di sana sedang ada acara wisatahati-antv oleh Ustadz Yusuf Mansur( yusufmansur.com) lagi menjelaskan kenapa kadang-kadang kita tertimpa musibah. Kata beliau bisa jadi ini karena kita dzalim kepada Allah? Apa maksudnya? Saya jadi tertegun dan coba untuk memahami penjelasannya (walaupun sambil menggendong pangeran kecilku Yaqdhan).

Berikut beberapa hal yang bisa saya petik dari acara tersebut dan ingin saya bagikan ke teman-teman semua. Tentu saja mungkin tidak percis sama dengan kata-kata pak Ustadz tapi insya Allah bermakna sama (saya yakin pak Ustadz tidak akan keberatan saya bagikan tausyiahnya karena ini sangat bermanfaat)

Pada saat kita mendapat masalah, atau mungkin keuangan kita mulai terbatuk-batuk (istilah pak Ustad), uang kontrakan yang mulai tertunggak, tabungan yang semakin menipis, maka kita perlu untuk bermuhasabah  (introspeksi diri) kira-kira apa yang sudah kita lakukan. karena mungkin saja itu terjadi karena Allah sedang memberi tanda kepada kita bahwa kita telah berbuat dzalim kepada-Nya. ketika muadzin mengumandangkan adzan (panggilan-Nya) apakah kita langsung berdiri dan menyahutinya? sebagaimana bila pimpinan atau teman kita memanggil. Pimpinan kita saja akan marah kalau panggilannya tidak disahuti apalagi Allah yang telah memberi kita telinga untuk bisa mendengar panggilan-Nya.

Ketika Allah menghadirkan pagi bagi kita untuk beraktivitas, mencari reski, mengurus keluarga dan lainnya. Jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah akan karunia-Nya dengan melakukan shalat Dhuha. Allah tidak menuntut banyak, dua rakaat pun sudah bisa karena ukuran shalat Dhuha kan minimal dua rakaat. Tapi apakah pantas kita membalas minimal untuk semua hal yang telah Allah beri untuk kita? Masya Allah

Ketika Allah menghadirkan malam bagi kita untuk beristirahat, jangan dihabiskan untuk tidur lelap tapi sediakanlah sedikit waktu untuk bertahajud kepada Allah sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya.

Astagfirullahal Adzim. Kalimat demi kalimat itu mengalir dan semakin membuatku sadar betapa dzalimnya diri ini kepada-Mu ya Allah. 
Saya sangat bersyukur Allah masih memberiku  kesempatan untuk melihat dan mendengar tausyiah yang sangat bermanfaat ini. semoga kita semua dapat menjadi hamba Allah yang tidak pernah lupa untuk bersyukur. Semoga kita masih diberi kelembutan hati untuk mengenal tanda-tanda yang diberikan Allah sehingga membuat kita cepat tersadar dan segera memperbaiki diri sebelum tiba waktu dimana kita tidak sempat lagi memperbaiki diri. Astagfirullahal Adzim

Komentar

Postingan populer dari blog ini